Langkah Pertama SUPARNO dari Kehidupan BiasaPagi di Subang selalu datang dengan udara dingin dan aroma sawah basah. SUPARNO bangun sebelum matahari terbit untuk mencari nafkah. Pekerjaannya tidak tetap, dari buruh tani hingga angkut material.Di rumah kecilnya, SARI selalu menyambut dengan senyum tenang.Percakapan yang Menyayat Hati“Capek, Kang?�